Tips dan Cara Membedong Bayi

wp-1520211630777..jpg

  • Letakkan selimut di permukaan datar. Atur dengan bentuk wajik. Selimut harus berukuran minimal 100 cm x 100 cm dan lebih bagus lagi jika Anda dapat membeli selimut yang ditujukan khusus untuk membedong.
  • Anda juga ingin memastikan bahwa selimut bedong terbuat dari bahan yang sangat tipis dan elastis. Ini akan memudahkan Anda membedong bayi sekaligus mencegah bayi kepanasan.
  • Lipat ujung atas selimut, dengan panjang kurang lebih sama seperti tinggi bayi.
  • Letakkan bayi. Letakkan bayi di atas selimut, sehingga lehernya berada di atas lipatan. Jika bayi Anda masih sangat kecil, pastikan kepala dan tubuhnya ditopang dengan baik ketika Anda melakukan ini.
  • Posisikan lengan bayi. Perlahan-lahan letakkan lengan bayi di sisi tubuhnya, dan tahan di sana. Atau, Anda dapat menekuk tangannya ke arah dada/perutnya, seolah-olah mereka di dalam rahim. Anda mungkin lebih sulit membedongnya dengan kencang, tetapi bayi Anda akan merasa lebih nyaman.
  • Bungkus sisi pertama. Tarik salah satu ujung selimut (ujung di mana Anda menahan lengan bayi) ke atas tubuh bayi, dan selipkan di bawah punggungnya. Selimut harus diselipkan dengan pas untuk menahan lengan bayi di sisi tubuhnya.
  • Posisikan lengan bayi yang satunya lagi. Perlahan-lahan letakkan lengan bayi yang satunya lagi di sisi tubuhnya. Sama seperti lengan yang sebelumnya, Anda juga bisa memindahkannya ke dada/perut.
  • Tutup bagian bawah bedong. Tarik ujung bawah selimut ke atas, menuju bahu bayi. Selipkan di belakang bahu kiri bayi sehingga bedong berada di antara bahu dan lapisan bawah selimut.
    Penting: Berikan cukup ruang agar kaki bayi dapat bergerak dalam bedong. Ini akan mencegah bayi kepanasan, dan displasia pinggul pada jangka panjang.
  • Tarik sisi kanan bedong ke atas tubuh bayi. Lipat bedong sehingga ujung kiri dan kanan membentuk bedong leher V. Dengan menggunakan tangan kiri Anda, perlahan-lahan tahan bedong di dada bayi.
  • Balikkan ujung. Dengan tangan kanan Anda, balikkan ujung kanan bedong yang berada di dekat kaki bayi.
  • Selesaikan bedong. Tarik ujung kanan yang sudah dibalik tersebut ke bahu kanan bayi, dan selipkan di belakang bedong. Anda mungkin perlu mengangkat bayi untuk menyelesaikan selipan terakhir.
  • Selesai. Pastikan bayi Anda tidak kepanasan dan pernapasannya tidak terhalang. Jangan pernah membedong dot ke dalam mulut bayi.

Membedong dengan Aman

  • Pahami SIDS. SIDS, atau Sudden Infant Death Syndrome (Sindrom Kematian Mendadak Bayi), adalah kematian tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan pada bayi sehat.[1] Ini biasanya terjadi ketika bayi sedang tidur. Banyak orang tua mengkhawatirkan SIDS dan mungkin menghubungkannya dengan bedong, karena kematian bayi seringkali disebabkan oleh kekurangan oksigen yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Akan tetapi, bedong itu sendiri tidak mengakibatkan SIDS. Jika dilakukan dengan hati-hati, membedong itu sangat aman dan bermanfaat untuk bayi Anda.
  • Jangan membedong terlalu kendang. Jika Anda membedong terlalu kencang, terutama ketika bayi masih sangat kecil, mereka mungkin kesulitan mengisi paru-paru mereka dengan udara. Bedong harus cukup kencang sehingga mereka dapat bernapas, tetapi tidak terlalu longgar sehingga mereka bisa mengeluarkan lengan.
  • Jika Anda khawatir, perhatikan bayi Anda selama beberapa menit dan pastikan dia tidak sulit bernapas.
  • Jangan membedong dot ke dalam mulut bayi. Bayi meludahkan dot mereka, lalu marah ketika menyadari dotnya tidak ada lagi. Ini sering terjadi! Tetapi Anda tidak boleh membedong bayi sehingga dot tertahan di mulut mereka. Ini bisa menyelesaikan masalah meludah, tetapi jika bayi Anda perlu bernapas lewat mulut atau semacamnya, ini bisa mengakibatkan mereka tersedak!\
  • Pastikan bayi Anda terlentang. Ini adalah cara terpenting untuk memastikan bayi Anda aman ketika tidur, terutama ketika dibedong. Bayi sangat lemah dan seringkali tidak cukup kuat untuk mengangkat tubuh mereka untuk mengambil napas jika mereka tidur telungkup. Inilah sebabnya Anda harus menidurkan bayi dengan terlentang: sehingga dia bisa bernapas dengan bebas dan mudah.
  • Gunakan matras yang tidak terlalu empuk di ranjang bayi. Matras yang terlalu empuk bisa menyebabkan bayi kehilangan oksigen, jika mereka ternyata bisa telungkup di ranjang. Matras yang kuat akan membuat bayi tidur pulas dan menjaga keselamatan mereka.
  • Singkirkan bantal yang berlebih, boneka, dan barang-barang lainnya dari ranjang bayi. Barang-barang ini menyebabkan bahaya, jika wajah bayi tertutup olehnya. Hanya letakkan barang yang benar-benar dibutuhkan bayi di ranjangnya.

TIPS

  • Selalu pastikan bayi yang dibedong tidur dengan terlentang. Ini akan membantu mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
  • Bedong bisa membantu menenangkan bayi yang mengalami kolik.
  • Cek dengan dokter Anda apakah bedong diperbolehkan untuk anak Anda.
  • Jika Anda ingin menutup kepala bayi Anda, biarkan keempat ujung selimutnya rata. Ikuti petunjuk seterusnya, dan gunakan ujung atas untuk menutupi kepala bayi setelah seluruh tubuh bayi dibedong.

Perhatian

  • Jangan membedong bayi Anda jika dia mengalami displasia.
  • Membedong hanya boleh dilakukan pada bayi, dan bisa berbahaya jika dilakukan pada batita yang banyak bergerak.

Referensi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s